Pemeriksaan pencitraan di Kaiser Cancer Center mencakup USG, CT Scan, MRI, dan mammografi untuk mendeteksi perubahan struktur dan fungsi tubuh sejak tahap awal. Pemeriksaan ini membantu memastikan diagnosis lebih akurat dan mendukung perencanaan terapi yang tepat.

Pemeriksaan penunjang untuk mendeteksi kelainan pada organ tertentu. USG dapat dilakukan di Kaiser Cancer Center berdasarkan rekomendasi dokter spesialis maupun atas permintaan pasien untuk keperluan skrining kesehatan.
Pemeriksaan penunjang untuk skrining kanker payudara, direkomendasikan bagi pasien berusia 40 tahun ke atas. Pemeriksaan ini dilakukan di Rumah Sakit/Pusat Pemeriksaan Rujukan.
Prosedur pemeriksaan penunjang yang menggunakan kombinasi sinar-X dan sistem komputer khusus untuk menghasilkan gambar detail dari organ, tulang, dan jaringan lunak dalam tubuh. Pemeriksaan ini dilakukan di Rumah Sakit/Pusat Pemeriksaan Rujukan.
Teknologi pemindaian non-invasif yang menggunakan magnet besar dan gelombang radio untuk menghasilkan gambar detail bagian dalam tubuh. MRI digunakan untuk mendeteksi berbagai kondisi medis yang melibatkan organ, tulang, otot, pembuluh darah, dan jaringan lunak lainnya. Pemeriksaan ini dilakukan di Rumah Sakit/Pusat Pemeriksaan Rujukan.
Pemeriksaan pencitraan tingkat lanjut yang digunakan untuk deteksi dini kanker, terutama bagi pasien dengan risiko tinggi (high risk). Pemeriksaan ini dilakukan di Rumah Sakit/Pusat Pemeriksaan Rujukan.
Layanan kanker terpadu dari skrining hingga terapi, berbasis standar global dan sistem diagnostik end-to-end.
Rencana terapi didasarkan pada diagnosis setiap pasien dan ditinjau oleh tim MDT internasional yang dapat meningkatkan akurasi diagnosis hingga 95,4%.
Kaiser Cancer Center adalah pusat kanker pertama di Indonesia yang menggunakan Siemens eHealth agar data medis aman, mudah diakses, & sesuai regulasi MDPA.
